PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL
BELAJAR MERAKIT PERSONAL KOMPUTER (MPC) PADA SISWA
KELAS X BIDANG KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN
DI SMK NEGERI 1 KUTALIMBARU T.A 2013/2014
Oleh : Ira Noviyanti Jambak
Mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri
Medan
ABSTRAK
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar Mata diklat Merakit
Personal Komputer (MPC) siswa kelas X yang diajar dengan menggunakan model
pembelajaran Mind Mapping lebih baik
dari pada kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran
Konvensional.
Populasi
penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X
bidang keahlian Teknik Komputer Jaringan di SMK Negeri 1 Kutalimbaru
Tahun Pembelajaran 2013/2014, yang terdiri dari 2 kelas. Sampel penelitian
diambil dengan teknik Totally Sampling
dan untuk kelompok perlakuan dipilih dengan cara memberikan pretes yaitu
kelompok perlakuan dengan model pembelajaran Mind Mapping sebanyak 36 orang dan kelompok perlakuan dengan model
pembelajaran Konvensional sebanyak 36 orang. Data penelitian dikumpul dengan
menggunakan tes hasil belajar Merakit Personal Komputer (MPC), dianalisis
dengan uji t independen pada taraf signifikansi 5%.
Berdasarkan
hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar Merakit Personal Komputer
(MPC) siswa yang diajar dengan model pembelajaran Mind Mapping adalah 23,69 dengan tingkat kecenderungan belajar
cukup dan rata-rata hasil belajar Merakit Personal Komputer (MPC) siswa yang
diajar dengan model pembelajaran Konvensional adalah 16,56 dengan tingkat
kecenderungan belajar cukup. Hasil uji persyaratan analisis menunjukkan bahwa
sebaran data hasil belajar Merakit Personal Komputer (MPC) yang diajarkan
dengan model pembelajaran Mind Mapping
adalah berdistribusi normal dimana LHitung 0.059589 < LTabel 0,1477 dan data hasil
belajar Merakit Personal Komputer (MPC) yang diajarkan dengan model
pembelajaran Konvensional adalah berdistribusi normal dimana LHitung
0.053722
< LTabel 0,1477 dan kedua varians data adalah Homogen karena 

Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar Merakit Personal Komputer (MPC)
kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping lebih baik dari pada
kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional
pada siswa kelas X Bidang Keahlian Teknik Komputer Jaringan di SMK Negeri 1
Kutalimbaru Tahun Pembelajaran 2013/2014 dengan nilai tHitung 8,769
> tTabel 1,668.
Kata
Kunci : Mind Mapping, Konvensional, Hasil Belajar MPC
A.
Pendahuluan
Pendidikan merupakan salah satu
alat untuk mewujudkan masyarakat yang berkualitas. Dunia pendidikan sekarang
dituntut untuk senantiasa melakukan inovasi dalam pembelajaran pada berbagai
aspeknya, mulai dari visi, misi, tujuan, program, layanan, model, model,
strategi, teknologi, proses, sampai evaluasi. Seperti yang kita lihat di Negara
kita Indonesia, lembaga pendidikan di Indonesia senantiasa selalu berusaha meningkatkan
kualitas pendidikan, baik dari
segi kurikulum, fasilitas, sarana dan prasarana serta kualitas guru
(pendidik).
Salah satu
cerminan kualitas pendidikan
di sekolah adalah
hasil belajar yang dicapai oleh siswa di sekolah tersebut. Hal itu
sejalan dengan pendapat Dimyati dan Mujdiono (2006:20) bahwa “ hasil belajar
merupakan suatu puncak dari proses belajar”. Hasil belajar tersebut terjadi
terutama berkat adanya evaluasi yang
guru lakukan setelah selesai menjelaskan materi pelajaran. Menurut Sudjana
(2009 : 3) bahwa “hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah
laku dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan
psikomotorik.” Sehingga hasil belajar merupakan ukuran atau standar kepada
peserta didik guna melihat perubahan kemampuan peserta didik dalam bidang
kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (ketrampilan). Dengan
demikian hasil belajar siswa pada suatu mata pelajaran tertentu merupakan salah
satu indikator kualitas pendidikan
di sekolah yang
bersangkutan. Peningkatan
kualitas ilmu pendidikan
pada jenjang pendidikan
dilakukan pada semua kelompok mata pelajaran yang tertuang dalam Standar
isi. Pada sekolah menengah kejuruan (SMK) bidang keahlian teknik komputer
jaringan (TKJ), salah satunya dalam kelompok mata pelajaran kompetensi
kejuruan, yaitu pada mata diklat Merakit Personal Komputer.
SMK Negeri 1 Kutalimbaru adalah
salah satu sekolah bidang keteknikan. Mata diklat Merakit Personal Komputer
(MPC) merupakan mata pelajaran dasar kompetensi kejuruan yang wajib diambil dan
dipahami oleh setiap siswa kelas X. Dalam mata diklat ini siswa/siswi dituntut
untuk mengerti dan memahami tentang segala kebutuhan dan spesifikasi komponen
personal komputer yang akan dirakit serta harus memahami betul bagaimana cara
Merakit Personal Komputer (MPC) dengan baik sesuai kaidah kesehatan dan
keselamatan kerja (K3) baik secara teori maupun secara praktek. Sebelum siswa
melakukan praktek, siswa/i terlebih dahulu harus memahami betul teori tentang
merakit personal komputer.
Dalam
hal ini, peran seorang pendidik sangat
diperlukan dimana pendidik harus mampu mengajarkan pelajaran tersebut
semenarik mungkin, sehingga membuat siswa cepat mengerti dan paham akan materi
yang diajarkan. Seperti kenyataannya, hasil belajar siswa pada mata diklat
Merakit Personal Komputer (MPC) masih rendah. Dari survey yang dilakukan dilapangan
dengan mendengar pendapat guru mata diklat Merakit Personal Komputer (MPC)
bahwasanya hasil belajar siswa kelas X TKJ untuk mata diklat Merakit Personal
Komputer (MPC)dianggap rendah yaitu nilai rata-rata 6,0, masih lebih rendah
dari nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan oleh Depdiknas
yaitu 7,0.
Guru
mata diklat Merakit Personal Komputer (MPC) mengatakan bahwasanya sampai saat
ini pembelajaran yang dilaksanakan khususnya untuk mata diklat Merakit Personal
Komputer (MPC) sudah maksimal. Selama proses belajar, minat siswa dalam
mempelajari mata pelajaran ini sangat tinggi. Tetapi karena tidak adanya buku
pegangan kepada para siswa, maka hal itulah yang menjadikan kendala guru dalam
proses pengajaran. Kalau hanya mengandalkan penjelasan dari guru yang bersifat
verbal, itu belum efektif untuk membuat siswa paham akan materi yang diajarkan.
Sedangkan jika mencatat yang didiktekan dari guru, itu akan membuat siswa cepat
bosan dan jenuh dalam belajar. Walaupun kurikulum yang digunakan saat ini
adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan (Spektrum), akan tetapi pelaksanaan
dari tujuan kompetensi tersebut belum dapat terlaksana pada mata diklat Merakit
Personal Komputer. Untuk hasil belajar siswa yang dibawah rata-rata nilai
kriteria ketuntasan minimal (KKM) maka siswa akan diberi ujian dan remedial,
dan walaupun sudah diadakan ujian kembali, masih ada siswa yang mendapat nilai
dibawah rata-rata.
Salah
satu guru di SMK Negeri 1 Kutalimbaru memperkuat pernyataan guru bidang studi mengatakan bahwa telah
dilakukan upaya dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMK Negeri 1
Kutalimbaru dengan berbagai cara antara lain: mengadakan les tambahan, kegiatan
praktek di laboratorium komputer dan juga dengan memberikan buku LKS kepada
siswa. Akan tetapi hasil belajar tetap belum tercapai, karena fasilitas
pembelajaran disekolah dan cara belajar siswa yang belum tepat.
Oleh karena itu, banyak pakar yang menyatakan
bahwa sebaik apa pun materi pelajaran yang dipersiapkan tanpa diiringi dengan
model pembelajaran yang tepat, pembelajaran tidak akan mendatangkan hasil yang
maksimal. Kecermatan pilihan itu semakin penting jika kondisi yang dihadapi
kurang kondusif, seperti halnya pada mata diklat kejuruan tentang Merakit
Personal Komputer (MPC) bagi siswa kelas X di SMK bidang keahlian Teknik
Komputer Jaringan. Pendidik harus mampu mengimplementasikan model
pembelajaran yang inovatif seperti salah satunya model pembelajaran Mind Mapping. Dalam
proses belajar mengajar, penggunaan model pengajaran yang tepat akan sangat
berpengaruh terhadap ketercapaian pemahaman murid. Model
pembelajaran Mind Mapping merupakan suatu teknik pembuatan catatan-catatan yang
dapat digunakan pada situasi, kondisi tertentu, seperti dalam pembuatan
perencanaan, penyelesaian masalah, membuat ringkasan, membuat struktur,
pengumpulan
ide-ide, untuk membuat catatan, kuliah, rapat, debat dan wawancara.
B.
Rumusan masalah
1.
Bagaimana
hasil belajar merakit personal komputer (MPC) dengan menggunakan model
pembelajaran Mind Mapping pada siswa
kelas X bidang keahlian Teknik Komputer Jaringan SMK Negeri 1 Kutalimbaru
T.A. 2013/2014?
2.
Bagaimana
hasil belajar merakit personal komputer (MPC) dengan menggunakan model
pembelajaran konvensional pada siswa kelas X bidang keahlian Teknik Komputer
Jaringan SMK Negeri 1 Kutalimbaru T.A. 2013/2014?
3. Apakah hasil belajar merakit
personal komputer dengan menggunakan
model pembelajaran Mind Mapping lebih
tinggi daripada hanya menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa
kelas X bidang keahlian Teknik Komputer Jaringan SMK Negeri 1 Kutalimbaru T.A.
2013/2014?
C.
Model
Pembelajaran Mind Mapping
Menurut Buzan (2013 : 4) “Mind map merupakan cara termudah untuk
menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi tersebut keluar
dari otak. Mind map adalah cara
mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan memetakan
pikiran-pikiran siswa”. Yang mana mind
mapping akan memudahkan peserta didik dalam menghapal atau mengingat
sesuatu informasi yang sudah dipelajarinya. Langkah-Langkah dalam membuat mind
mapping adalah :
1. Memulai dari
bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar. Karena memulai dari tengah member
kebebasan kepada otak untuk menyebar kesegala arah dan untuk mengungkapkan
dirinya dengan lebih bebas dan alami.
2. Menggunakan gambar
atau foto untuk ide sentral anda. Karena sebuah gambar bermakna seribu kata dan
membantu siswa menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik,
membuat tetap terfokus, membantu berkonsentrasi, dan mengaktifkan otak.
3. Menggunakan warna.
Karena bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat mind mapping lebih hidup, menambah
energi kepada pemikiran kreatif dan menyenangkan.
4. Menghubungkan
cabang-cabang utama kegambar pusat dan menghubungkan cabang-cabamg tingkat dua
dan tiga ketingkat satu dan dua, dan
seterusnya. Karena otak bekerja
asosiasi. Otak senang mengaitkan dua, tiga atau empat hal sekaligus.
Dengan mnghubungkan cabang-cabang, siswa akan lebih mudah mengerti dan
mengingat.
5. Membuat garis
hubung yang melengkung, bukan garis
lurus. Karena garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang yang melengkung
dan organis, seperti cabang-cabang pohon, jauh lebih menarik bagi mata.
6. Menggunakan saru
kata kunci untuk setiap satu garis. Karena kata kunci tunggal member lebih
banyak daya dan fleksibilitas kepada peta pikiran.
7. Menggunakan gambar
karena seperti gambar sentral, setiap gambar bermakna seribu kata. Bila di
dalam peta ada 10 gambar makna maka peta pikiran itu sudah setara dengan 10000
kata catatan.
![]() |
Gambar 1. Display Mind Mapping
Seperti
yang dicontohkan departemen pendidikan, menurut Istarani (2011 : 59) adapun
langkah-langkah dalam melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran mind mapping adalah sebagai berikut :
(1) Guru
menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, (2) Guru mengemukakan konsep/
permasalahan
yang akan ditanggapi oleh peserta didik dan sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternative jawaban, (3)
Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang, (4) Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternative jawaban hasil diskusi, (5) Tiap
kelompok
(atau
diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat dipapan dan mengelompokkan
sesuai kebutuhan guru, (6) Dari data-data dipapan peserta didik diminta membuat kesimpulan atau guru memberi
perbandingan sesuai konsep yang disediakan guru.
Dari uraian tersebut, mind mapping adalah suatu teknik
mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Mind mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang
terdapat dalam diri seseorang. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak,
maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk
informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal. Adanya kombinasi warna,
symbol, bentuk dan sebagainya memudahkan otak dapat menyerap informasi yang
diterima. Mind mapping yang dibuat
oleh siswa dapat bervariasi setiap hari. Hal ini disebabkan karena berbedanya
emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap harinya. Suasana
menyenangkan yang diperolah siswa ketika berada diruang kelas pada saat proses
belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. Tugas guru dalam proses
belajar adalah menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa
terutama dalam pembuatan mind mapping.
D.
Model Penelitian
Jenis
penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimen yaitu merupakan penelitian
yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh atau akibat dari sesuatu
perlakuan yang dikenakan kepada subjek (siswa). Sampel yang diambil dalam
penelitian ini adalah dibagi atas dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas
eksperimen. Kedua kelas ini mendapat perlakuan yang berbeda. Kelas kontrol
diberikan model pembelajaran konvensional, sedangkan kelas eksperimen diberikan
model pembelajaran mind mapping.
Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas X atau kelas 1 Program Keahlian teknik
komputeer jaringan di smk negeri 1 kutalimbaru t.a. 2013/2014. Berdasarkan data
yang dihimpun dari pihak sekolah, jumlah kelas X di SMK NEGERI 1 KUTALIMBARU
ada 2kelas yaitu X TKJ 1 dan X TKJ 2, dengan jumlah siswa masing-masing kelas X
TKJ 1 36 siswa, X TKJ 2 36 siswa.
Desain
penelitian yang digunakan berupa desain kelompok control postest-postest (The Postest-Postest Control Group Design).
Desain ini merupakan yang paling efektif dalam menunjukkan adanya sebab akibat
dari suatu perlakuan. Dimana postest diberikan kepada kelas kontrol dan
kelas eksperimen untuk mengetahui perbedaan dan persamaan antara kedua kelas
sebelum studi. Desain penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
Tabel
1. Desain Eksperimen
(The Postest-Postest Control Group Design)
Kelas
|
Pretes
|
Perlakuan
|
Postest
|
Kontrol
|
O1
|
X
|
O2
|
Eksperimen
|
O1
|
Y
|
O2
|
Keterangan
:
O1 : pemberian test awal (pretes)
O2 : pemberian test akhir (postes)
X : perlakuan (treatment) untuk model pembelajaran konvensional
Y : perlakuan (treatment) untuk model pembelajaran mind mapping
E.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian yang
dilaksanakan berguna
untuk mengetahui pengaruh hasil
belajar siswa dengan digunakannya model
pembelajaran mind mapping
dibandingkan dengan model pembelajaran
konvensional. Hasilnya terdapat perbedaan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran mind mapping lebih
tinggi bila dibandingkan dengan model
pembelajaran konvensional. Diketahui bahwa berdasarkan
hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar Merakit Personal Komputer
(MPC) siswa yang diajar dengan model pembelajaran Mind Mapping adalah 23,69 dengan tingkat kecenderungan belajar
cukup.
Tabel 2. Data Postest
Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
No
|
Statistik
|
Kelas Eksperimen
|
Kelas Kontrol
|
1
|
N
|
36
|
36
|
2
|
Jumlah Nilai
|
853
|
596
|
3
|
Rata-rata
|
23,69
|
16,56
|
4
|
S. Baku
|
3,33
|
3,57
|
5
|
Varians
|
11,08
|
12,71
|
6
|
Maksimum
|
34
|
23
|
7
|
Minimum
|
19
|
6
|
Tabel 3. Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar Siswa Yang Diajar
Dengan Menggunakan Model
pembelajaran Mind Mapping
Kelas
|
Interval
|
fo
|
fr
|
1
|
19 – 21
|
10
|
27.77%
|
2
|
22 – 24
|
16
|
44.44%
|
3
|
25 – 27
|
5
|
13.88%
|
4
|
28 – 30
|
3
|
8.83%
|
5
|
31 – 33
|
1
|
2.77%
|
6
|
34 – 36
|
1
|
2.77%
|
Jumlah
|
36
|
100.00%
|
![]() |
Gambar
2. Histogram Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Dengan
Model pembelajaran Mind
Mapping
Dan rata-rata hasil belajar Merakit Personal Komputer
(MPC) siswa yang diajar dengan model pembelajaran Konvensional adalah 16,56
dengan tingkat kecenderungan belajar cukup.
Tabel
4. Tingkat Kecenderungan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar
Dengan Model pembelajaran Mind Mapping
Kelompok
|
Fo
|
Fr
|
Kategori
|
25,505 – ke atas
|
6
|
16,67 %
|
Tinggi
|
17 – 25,505
|
30
|
83,33%
|
Cukup
|
8,495 – 17
|
0
|
0,00%
|
Kurang
|
8,495 – ke
bawah
|
0
|
0,00%
|
Rendah
|
Jumlah
|
36
|
100 %
|
|
Tabel 5.
Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Dengan
Menggunakan Pembelajaran Konvensional
Kelas
|
Interval
|
fo
|
fr
|
1
|
6– 8
|
1
|
2.78 %
|
2
|
9 – 11
|
0
|
0.00%
|
3
|
12 – 14
|
10
|
27.78%
|
4
|
15 – 17
|
11
|
30.55%
|
5
|
18 – 20
|
8
|
22.22%
|
6
|
21 – 23
|
6
|
16.67%
|
Jumlah
|
36
|
100.00%
|

Gambar
3. Histogram Hasil Belajar Siswa Yang Diajar
Dengan
Pembelajaran Konvensional
Tabel 6. Tingkat Kecenderungan Hasil Belajar Siswa yang
Diajar
dengan Pembelajaran Konvensional
Kelompok
|
Fo
|
Fr
|
Kategori
|
25,505 – ke atas
|
0
|
0.00 %
|
Tinggi
|
17 – 25,505
|
18
|
50,00%
|
Cukup
|
8,495 – 17
|
17
|
47,22%
|
Kurang
|
8,495 – ke
bawah
|
1
|
2,78%
|
Rendah
|
Jumlah
|
36
|
100 %
|
|
Hasil
uji persyaratan analisis menunjukkan bahwa sebaran data hasil belajar Merakit
Personal Komputer (MPC) yang diajarkan dengan model pembelajaran Mind Mapping adalah berdistribusi normal
dimana LHitung 0.059589 < LTabel 0,1477 dan data hasil
belajar Merakit Personal Komputer (MPC) yang diajarkan dengan model
pembelajaran Konvensional adalah berdistribusi normal dimana LHitung
0.053722
< LTabel 0,1477 dan kedua varians data adalah Homogen karena 

Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar Merakit Personal Komputer (MPC)
kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping lebih baik dari pada
kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional
pada siswa kelas X Bidang Keahlian Teknik Komputer Jaringan di SMK Negeri 1
Kutalimbaru Tahun Pembelajaran 2013/2014 dengan nilai tHitung 8,769
> tTabel 1,668.
F.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh
dari analisis data diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu:
1. Hasil belajar Merakit Personal Komputer (MPC)
dengan menggunakan model pembelajaran Mind
Mapping pada siswa kelas X bidang keahlian Teknik Komputer Jaringan SMK
Negeri 1 Kutalimbaru T.A. 2013/2014 adalah sebesar rata-rata 23,69.
2. Hasil belajar Merakit Personal Komputer (MPC)
dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas X bidang
keahlian Teknik Komputer Jaringan SMK Negeri 1 Kutalimbaru T.A. 2013/2014
adalah sebesar rata-rata 16,56.
3. Hasil belajar Merakit Personal Komputer
(MPC) dengan menggunakan model
pembelajaran Mind Mapping lebih
tinggi daripada hanya menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa
kelas X bidang keahlian Teknik Komputer Jaringan SMK Negeri 1 Kutalimbaru T.A.
2013/2014. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis dimana thitung > ttabel yaitu 8,769 > 1,668.
G.
Daftar Pustaka
Aqib, Zainal. 2013.
Model-Model, Media, Dan Strategi
Pembelajaran Konstekstual (Inovatif).Bandung : Yrama Widya
Arikunto, S. (2009). Dasar-dasar
Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja
Grafindo Persada
Buzan, Tony. 2013. Buku Pintar Mind Mapping. Jakarta :
Gramedia Pustaka Utama
Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar
dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djaali. 2011. Psikologi Pendidikan . Jakarta: Bumi
Aksara.
Bukit, Fadillah Rahmadhani.2011. Pengaruh Model Pembelajaran Mind Mapping
Terhadap Hasil Belajar Siswa
Pada Materi Pokok Usaha Dan Energi Dikelas VIII Semester I Mts Negeri
3 Medan T.P 2011/2012. Skripsi.
Hamid Sholeh. 2011. Metode edutainment . Yogyakarta: Diva
Press
Istarani. 2011. 58 Model Pembelajaran Inovatif . Medan:
Media Persada.
Kartiwi
Ati. 2010. Pengaruh Mind Mapping Terhadap
Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Keterampilan
Komputer Dan Pengelolahan Informasi Di Sekolah Menengah Kejuruan (Kuasi Eksperimen pada Siswa kelas X SMK Negeri 1Bandung). Skripsi.
Nazir, Moh. 2011. Metode Penelitian. Bogor : Ghalia
Indonesia.
Oneto Erima. 2008. 30 Menit Merakit Komputer Sendiri.
Jakarta Selatan : Media Kita
Purwanto. 2011. Evaluasi Hasil Belajar. Surakarta:
Pustaka Belajar
Sagala,
Syaiful. 2009. Konsep dan Makna
Pembelajaran. Bandung: Alfabeta
Sardiman. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.
Jakarta: Rajawali Pers.
Slameto.
2010. Belajar dan Faktor Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Sudaryono.
2012. Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Sudjana,Nana (2005), Metode Statistika. Bandung: Tarsito
Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Remaja Rosdakarya
Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning teori & aplikasi
PAIKEM
Surabaya: Pustaka Pelajar
Syah, Muhibbin. 2009. Psikologi Belajar. Jakarta: Raja
Grafindo Persada
Tambunan, Sara .F . 2012. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Mind Mapping
Terhadap Hasil Belajar Pada Kelas X AP SMK Bukit Cahaya Sidikalang T.A 2011/2012. Skripsi.
Tim Fakultas Teknik. 2004. Menginstalasi PC. Yogyakarta : Departemen Pendidikan Nasional.
Trianto, (2009), Mendesain
Model Pembelajaran Inovatif-Progressif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya
pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kencana, Jakarta.
Yonnie.microsoft powerpoint.
http://4.bp.blogspot.com/-7jkbdVNWlPU/Tzy7OK- pXlI/AAAAAAAABi8/kLnb2cs5XdY/s1600/fungsi%2Botak%2Bkanan.jpg diakses tanggal 9 Juni 2013
http://cuapfhiieear.blogspot.com/2013/02/model-pembelajaran-mind- mapping.htmldiakses tanggal 9 Juni 2013
http://infocahaya.blogspot.com/2011/02/taksonomi-bloom-terbaru.html diakses tanggal 28Juni 2013
http://mediafunia.blogspot.com/2013/01/model-pembelajaran-konvensional.html diakses
tanggal 15 Juni 2013
http://statistikian.blogspot.com/2013/01/uji-homogenitas.html#.UcxxXjsXEjI diakses
tanggal 27 Juni 2013
http://statistik-kesehatan.blogspot.com/2011/03/uji-t-independen.html diakses tanggal 30 Juni 2013
http://www.psychologymania.com/2012/04/perbedaan-fungsi-otak-kanan-dan
otak.html diakses tanggal 1 Juni 2013
http://tatangmanguny.wordpress.com/2011/02/03/taksonomi-bloom-versi-baru-2/ diakses tanggal 28 Juni
2013
http://tn-robby.blogspot.com/2012/05/langkah-langkah-merakit-pc-beserta.html diakses tanggal 1
Juni 2013