Rabu, 07 Desember 2011

PENJELASAN TENTANG RPP



A. Pengertian Perencanaan Pembelajaran atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

            Perencanaan pembelajaran atau biasa disebut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rancangan pembelajaran mata pelajaran per unit yang akan diterapkan guru dalam pembelajaran di kelas. Secara teknis rencana pembelajaran minimal mencakup komponen-komponen berikut:
 (1) Standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian hasil belajar.
(2) Tujuan pembelajaran.
(3) Materi pembelajaran.
(4) Pendekatan dan metode pembelajaran.
 (5) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran.
 (6) Alat dan sumber belajar.
 (7) Evaluasi pembelajaran.
       Berbeda dengan rencana pembelajaran yang dikembangkan oleh paham objektivis yang menekankan rincian dan kejelasan tujuan, rencana pembelajaran kontekstual -yang dikembangkan oleh paham konstruktivis- menekankan pada tahap-tahap kegiatan (yang mencerminkan proses pembelajaran) siswa dan media atau sumber pembelajaran yang dipakai. Dengan demikian, rumusan tujuan yang spesifik bukan menjadi prioritas dalam penyusunan rencana pembelajaran kontekstual karena yang akan dicapai lebihpada kemajuan proses belajarnya.

B.     Prinsip Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

      Beberapa prinsip perencanaan pembelajaran, menurut Sagala (2003), terdiri atas:
1) Menetapkan apa yang akan dilakukan oleh guru, kapan dan ba
gaimana cara melakukannya dalam implementasi pembelajaran
2) Membatasi sasaran atas dasar tujuan intruksional khusus dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target pembelajaran.
3) Mengembangkan alternatif-alternatif yang sesuai dengan strategi pembelajaran.
4) Mengumpulkan dan menganalisis informasi yang penting untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
5) Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-
keputusan yang berkaitan dengan pembelajaran kepada pihak yang berkepentingan.

      Jika prinsip-prinsip ini terpenuhi, secara teoretik, perencanaan pembelajaran itu akan dapat mencapai tujuan sesuai skenario yang telah disusun. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Mulyasa (2003) bahwa:
1) Kompetensi yang dirumuskan dalam perencanaan pembelajaran harus jelas, makin konkrit kompetensi makin mudah diamati, dan makin tepat kegiatan-kegi
atan yang harus dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebut. 
2) Perencanaan pembelajaran harus sederhana dan fleksibel, serta da
pat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran, dan pembentukan kompetensi siswa
3) Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam perencanaan pembelajaran harus menunjang, dan sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan.
4) Perencanaaan pembelajaran yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh, serta jelas pencapaiannya.
        Terkait dengan pendapat di atas, Oemar Hamalik (1980) mengemukakan tentang dasar-dasar perencanaan pembelajaran, sebagai berikut:
1)   Rencana yang dibuat harus disesuaikan dengan tersedianya sumber-sumber.
2) Organisasi pembelajaran harus senantiasa memperhatikan
situasi dan kondisi masyarakat sekolah.
3) Guru selaku pengelola pembelajaran harus melaksanakan t
ugas dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab.
4) Faktor manusia selaku anggota organisasi senantiasa dihadapkan pada keserbaterbatasan.

              Lebih lanjut Oemar Hamalik (1980) juga mengemukakan bahwa kegiatan perencanaan yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1) Rencana adalah alat untuk memudahkan mencapai tujuan.
2) Rencana harus dibuat oleh para pengelola atau guru y
ang benar-benar memahami tujuan pendidikan, dan tujuan organisasi pembelajaran.
3) Rencana yang baik, jika guru yang membuat rencana itu mem
ahami dan memiliki keterampilan yang mendalam tentang membuat rencana.
4) Rencana harus dibuat secara terperinci.
      5) Rencana yang baik jika berkaitan dengan pemikiran dalam rangka pelaksanaannya.
      6) Rencana yang dibuat oleh guru harus bersifat sederhana.
7) Rencana yang dibuat tidak boleh terlalu ketat, tetapi harus fleksibel (luwes).
8) Dalam rencana, khususnya rencana jangka panjang, perlu diperhitungkan terjadinya pengambilan resiko.
9) Rencana yang dibuat jangan terlalu ideal, ambisius, sebaiknya lebih praktis pragmatis.
10) Sebaiknya rencana yang dibuat oleh guru juga memiliki jangkauan yang lebih jauh, dapat diramalkan keadaan yang mungkin terjadi. Dengan demikian, kendatipun mungkin tidak semua persyaratan di atas dapat dilaksanakan dengan baik, namun dengan kesiapan perencanaan yang matang permasalahan teknis akan dapat diatasi, dengan guru yang mengatur skenario pembelajaran yang efektif di kelas sesuai dengan rencana.

            Berdasarkan uraian di atas, maka perencanaan pembelajaran itu harus dapat mengembangkan berbagai kemampuan yang dimiliki siswa secara optimal, mempunyai tujuan yang jelas dan teratur serta dapat memberikan deskripsi tentang materi yang diperlukan dalam mencapai tujuan pembelajaran seperti yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1) Menetapkan apa yang akan dilakukan oleh guru.
2) Membatasi sasaran berdasarkan kompetensi (tujuan) yang hendak dicapai.
3) Mengembangkan alternatif-alternatif pembelajaran yang akan menunjang kompetensi (tujuan) yang telah ditetapkan.



C.  Langkah-langkah Guru dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Langkah yang patut dilakukan guru dalam penyusunan RPP adalah sebagai berikut:
* Ambillah satu unit pembelajaran (dalam silabus) yang akan diterapkan dalam pembelajaran.
 * Tulis standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam unit tersebut.
* Tentukan indikator untuk mencapai kompetensi dasar tersebut.
* Tentukan alokasi waktu yang diperlukan untuk mencapai indikator tersebut.
* Rumuskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pem¬belajaran tersebut.
* Tentukan materi pembelajaran yang akan diberikan/dikenakan kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
* Pilihlah metode pembelajaran yang dapat mendukung sifat materi dan tujuan pembelajaran.
 * Susunlah langkah-langkah kegiatan pembelajaran pada setiap satuan rumusan tujuan pembelajaran, yang bisa dikelompokkan menjadi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
* Jika alokasi waktu untuk mencapai satu kompetensi dasar lebih dari 2 (dua) jam pelajaran, bagilah langkah-langkah pembelajaran menjadi lebih dari satu pertemuan. Pembagian setiap jam pertemuan bisa didasarkan pada satuan tujuan pembelajaran atau sifat/tipe/ jenis materi pembelajaran.
* Sebutkan sumber/media belajar yang akan digunakan dalam pembelajaran secara konkret dan untuk setiap bagian/unit pertemuan.
* Tentukan teknik penilaian, bentuk, dan contoh instrumen penilaian yang akan digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar atau tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Jika instrumen penilaian berbentuk tugas, rumuskan tugas tersebut secara jelas dan bagaimana rambu-rambu penilaiannya. Jika instrumen penilaian berbentuk soal, cantumkan soal-soal tersebut dan tentukan rambu-rambu penilaiannya atau kunci jawabannya. Jika penilaiannya berbentuk proses, susunlah rubriknya dan indicator masing-masingnya.

(RPP) yang bisa dikembangkan. Format yang dipilih guru sangat ber¬gantung pada sifat materi pembelajaran dan selera/kehendak kurikulum yang sedang berlaku. Yang penting adalah ketika memutuskan penggunaan format tertentu harus dilakukan secara sadar dan rasional. Berikut ini dicantumkan tiga jenis format RPP yang biasa digunakan oleh guru. Dari ketiga format tersebut, KTSP rupanya cenderung atau berselera dengan format 1.



D. Susunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
I. PERENCANAAN
1. Pokok/ Sub Pokok Bahasan
2. Kompetensi Dasar
3. Indikator
4. Metode Pembelajaran
5. Media Pembelajaran
6. Susunan Fisik Ruang
II. PROSES PEMBELAJARAN
1. Kegiatan Fasilitator
2. Kegiatan Peserta Didik
3. Kegiatan Pembimbing
III. EVALUASI PEMBELAJARAN
1. Tujuan Khusus Evaluasi
2. Jenis dan Bentuk Evaluasi
3. Item Soal (terlampir)
4. Kunci Jawaban (terlampir)
IV. MATERI (MAKALAH)
1. Pendahuluan
2. Pembahasan
3. Kesimpulan
4. Kepustakaan
Keterangan :
ü  Perencanaan, segala bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan dalam proses pembelajaran dikelas.
ü  Pokok/ sub pokok bahasan, memuat inti-inti materi yang akan dibahas berbentuk poin-poin.
ü  Kompetensi dasar, memuat tujuan dari pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas lebih dikenal dengan TIU (Tujuan Instraksional Umum) atau dapat dikatakan tujuan secara garis besar.
ü  Indicator, memuat aspek-aspek yang akan terlihat dari hasil pembelajaran dari peserta didik itu sendiri atau biasa di kenal dengan TIK (Tujuan Instraksional Khusus).
ü  Metode pembelajaran, memuat metode yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran, contoh; ceremah, diskusi, simulasi, dan lain-lain.
ü  Susunan fisik ruang, memuat susunan keadaan di dalam ruang biasanya digambarkan dengan keadaan ruangan dimana akan dilaksanakan proses pembelajaran berlangsung.
ü  Proses pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran mulai dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran.
ü  Kegiatan fasilitator, menjelaskan hal apa saja yang dilakukan oleh fasilitator dalam proses pembelajaran bik berupa memimpin proses pembelajaran, menyampaikan materi, mengawali dan menutup proses pembelajaran.
ü  Kegiatan peserta didik, menjelaskan hal apa saja yang dilakukan oleh peserta didik dalam proses pembelajaran biasanya selalu diinstruksikan oleh fasilitator.
ü  Kegiatan pembimbing, menjelaskan hal apa saja yang dilakukan oleh pembimbing dalam proses pembelajaran untuk menengahi, meluruskan, menambahkan materi pokok atau sub pokok bahasan setelah dijelaskan oleh fasilitator.
ü  Evaluasi Pembelajaran, untuk mengetahui bagaimana hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas.
ü  Tujuan khusus evaluasi, menjelaskan mengenai tujuan dilakukan evaluasi untuk mengukur atau menilai tingkat keberhasilan penyampaian materi di dalam kelas.
ü  Jenis dan bentuk evaluasi, menjelaskan mengenai cara melakukan evaluasi dengan menggunakan metode dan teknik yang digunakan.
ü  Item soal, berisi soal-soal yang diujikan kepada peserta didik, biasanya dilampirkan dibelakan halaman.
ü  Kunci jawaban, berisi kunci jawaban dari setiap item soal yang dibuat, dimaksudkan untuk memudahkan dalam mengoreksi dari setiap item yang dijawab oleh peserta didik.
ü  Materi (makalah), berisi mengenai hal-hal yang akan disampaikan dalam proses kegiatan pembelajaran.
ü  Pendahuluan, memuat tentang latar belakang atau ulasan singkat mengenai materi, biasanya terdapat identifikasi masalah mengapa materi tersebut di tulis atau untuk disampaikan, pembatasan masalah untuk tidak melebar atau meluasnya bahasan, perumusan masalah sehingga dapat di temukan titik masalahnya, serta terdapat juga tujuan dan kegunaan dari tulisan materi tersebut dibuat.
ü  Pembahasan, memuat mengenai materi biasanya berisi mengenai teoriteori atau kajian-kajian ilmiah sebagai pedoman materi.
ü  Kesimpulan, menjelaskan mengenai ringkasan atau rangkuman mengenai materi dan juga terdapat saran atau hal lain sejenisnya.
ü  Kepustakaan, berisi referensi dari mana materi tersebut diperoleh untuk dapat memudahkan dalam mengkaji makalah yang dibuat sehingga makalah benar-benar dapat dikatakan ilmiah.



E. Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah                                   :  SMK NEGERI 1 KUTALIMBARU
Program Keahlian                 : Teknik Instalasi Tenaga Listrik
Kelas/Semester                       : X/1
Mata Pelajaran                      : Dasar Kompetensi Kejuruan
Jumlah Pertemuan                : 1 Pertemuan

I.                   Standar Kompetensi                   : Menggunakan hasil pengukuran
II.                Kompetensi Dasar                       : Melakukan pengukuran besaran listrik
III.             Indikator
a.      Kognitif
1.      Produk :
a)      Menuliskan rumus hambatan kawat penghantar
b)      Menerapkan rumus hambatan kawat penghantar
c)      Menjelaskan perbandingan antara besar hambatan jenis kawat dan hambatan kawat.

2.      Keterampilan Proses :
a)      Merumuskan hipotesis
b)      Mengidentifikasi variable-variabel
c)      Merumuskan defenisi operasional variable
d)     Melaksanakan eksperimen untuk menyelidiki pengaruh nilai hambatan jenis
kawat terhadap besar nilai hambatan kawat
e)      Membuat table pengamatan dan mencatat hasil-hasil eksperimen
f)       Melakukan analisis data
g)      Menarik kesimpulan

b.      Psikomotor
1.      Merakit kawat penghantar dengan alat ukur yang sesuai menggunakan software phET.
2.      Mengukur besar hambatan kawatr penghantar menggunakan software phET

c.       Afektif
1.      Mengembangkan perilaku berkarakter , meliputi :
a)      Jujur
b)      Peduli
c)      Tanggung Jawab

2.      Mengembangkan keterampilan social, meliputi :
a)      Bertanya
b)      Menyumbangkan idea atau pendapat
c)      Menjadi pendengar  yang baik
d)     Berkomunikasi
e)      Kerja sama

Tujuan Pembelajaran
a.      Kognitif
1.      Produk
a)      Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, siswa dapat menuliskan rumus hambatan kawat dengan mengerjakan soal terkait di LP 1 : Produk sesuai kunci jawaban.
b)      Secara mandiri siswadapat menerapkan rumus hambatan kawat dengan mengerjakan soal-soal penerapan rumus hambatan  kawat  di LP : produk sesuai kunci jawaban.
c)      Secara mandiri siswa dapat menjelaskna perbandingan hambatan jenis kawat dengan besar nilai hambatan dengan mengerjakan soal-soal menjelaskan perbandingan hambatan kawat dengan panjang kawat di LP 1 :  Produk sesuai kunci jawaban.

2.      Keterampilan Proses
a)      Diperbolehkan membuka LKS SMK TPTL , siswa dapat merumuskan hipotesis sesuai dengan rubrukd yang ditemukan di LP 2.
b)      Diperbolehkan membuka LKS SMK TPTL , siswa dapat mengidentifikasi variable-variabel sesuai dengan rubrics yang ditentukan di LP 2.
c)      Diperbolehkan membuka LKS SMK TPTL , siswa dapat merumuskan defenisi operasional variable sesuai dengan rubrics yang ditentukan di LP 2.
d)     Diberikan alat, bahan , dan LKS SMK TPTL , siswa dapat melaksanakan eksperimen yang menyelidiki pengaruh hambatan jenis kawat  terhadap besar nilai hambatan kawat yang digunakan sesuai rubrics yang ditentukan di LP 2.
e)      Diberikan kesempatan melakukan eksperimen , siswa dapat membuat table pengamatan dan mencatat hasil-hasil eksperimen sesuai dengan rubruks yang ditentukan pada LP 2.
f)       Diperbolehkan membuka LKS SMK TPTL, siswa dapat melakukan analisis data sesuai dengan rubrics yang ditentukan di LP 2.
g)      Diperbolehkan membuka LKS SMK TPTL, siswa dapat menarik kesimpulan sesuai dengan rubrics yang ditentukan di LP 2.

b.      Psikomotor
1.      Diberikan LKS SMK serta software phET , siswa dapat merakit kawat penghantar dengan alat ukur sesuai dengan rincian tugas kinerja yang ditentukan pada LP 3 : psikomotor.
2.      Diberikan LKS SMK serta software phET , siswa dapat mengukur besar hambatan kawat penghantar sesuai dengan rincian tugas kinerja yang ditentukan pada LP 3 : psikomotor

c.       Afektif
1.      Perilaku Berkarakter
Terlibat dalam proses belajar yang menerapkan  MPK , diamati dengan LP 4 paling tidak siswa  dinilai  Menunjukkan Kemajuan  dalam jujur, peduli , tanggung jawab.
2.      Terlibat dalam proses belajar yang menerapkan MPK , diamati dengan LP 5 paling tidak siswa di nilai Menunjukkan Kemauan dalam bertanya , menyumbangkan ide atau berpendapat , menjadi pendengar yang baik, berkomunikasi , kerja sama.

IV.             Materi Pembelajaran
Prosedur Pengukur Besaran Listrik

V.                Alokasi Waktu
2 x 45 menit

VI.             Model Pembelajaran
Model Pembelajaran Kooperatif (MPK)

VII.          Proses Belajar Mengajar
A.    Pendahuluan (± 10 menit)
Kegiatan
Penilaian oleh pengamat
1
2
3
4
1.      Memotivasi siswa dengan menunjukan dan mendemontrasikan KIT pengukuran Hambatan Listrik yang sedang aktif sambil bertanya apakah kalian dapat ,engukur berapa besar hambatan kawat yang digunakan pada rangkaian percobaan seperti ini? (Fase  1 MPK)

2.      Mengkomunikasikan garis besar indicator produk, proses, psikomotor, dn keterampila social dan perilaku berkarakter yang akan  dipelajari. 





B.     Inti (± 70 Menit)

Kegiatan
Penilaian Oleh Pengamat
1
2
3
4
Penggalan 1
1.      Menyajikan informasi dengan menuliskan rumus hambatan kawat, mendemonstrasikan cara menerapkan rumus hambatan kawat, serta menjelaskan perbandingan hambat jenis kawat dengan besar nilai hambatan mengacu pada LKS SMK (Fase 2 MPK)
2.      Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif dan membagikan LKS SMK. Nilai hambatan Kawatpenghanatar dan bahan yang dibutuhkan satu set perkelompok . perkelompok terdiri dari 4-5 siswa. (Fase 3 MPK)
3.      Membimbing kelompok bekerjasama unutk merumuskan  merumuskan hipotesis , mengidentifikasi variable-variabel , merumuskan define, operasional variable, dengan mengacu pada kunci LKS SMK . setipa siswa ditekankan untuk aktif menyumbangkan ide dalam tugas ini. (Fase 4 MPK)
4.      Melakukan evaluasi formatif dengan cara meminta satu-dua kelompok mengkomunikasikan pekerjaannya dan ditanggapi kelompok lain. Siswa ditekankan unutk aktif menyumbangkan ide dan pendapat serta menjadi pendengar yang baik. (Fase 5 MPK)





Penggalan 2
5.      Membimbing kelompok bekerjasama untuk melaksanakan eksperimen  untuk menyelidiki pengaruh hambatan jenis kawat yang digunakan terhadap besar hambatan kawat, dengan merakit kawat penghantar menggunakan software phET dengan alat dan bahan  yang telah disediakan dengan sesuai prosedur yang tertulis di LKS SMK , setiap kelompok diingatkan untuk aktif bekerja sama , dan jujur dalam melaporkan hasil pengamatan serta ikut bertanggung jawab. (Fase 4  MPK)
6.      Menggunakan alat dan bahan yang telah disediakan dan sesuai prosedur yang tertulis di LKS SMK , setiap kelompok diingatkan untuk aktif bekerjasama, dan jujur dalam melaporkan hasil pengamatan serta ikut bertanggung jawab . (Fase 4 MPK)
7.      Membimbing membuat table pengamatan dan mencatat hasil-hasil ekspresimen  dengan mengacu pada kunci LKS SMK. Tekankan perlunya jujur dalam melakukan  pengamatan dan mencatat hasil pengamatan itu di dalam table . (Fase 4 MPK)
8.      Membimbing kelompok bekerjasama melakukan analisis data dan menarik kesimpulan. Siswa diminta untuk aktif menyumbangkan ide. (Fase 4 MPK)
9.      Melakukan evaluasi formatif dengan cara meminta satu-dua kelompok mengkomunikasikan pekerjaannya dan ditanggapi kelompok lain. Siswa ditekankan untuk aktif meyumbangkan ide dan pendapat serta menjadi pendengar yang baik. (Fase 5 MPK)
10.  Memberikan penghargaan kepada individu dan kelompok yang berkinerja baik dan amat baik dalam kegiatan belajar mengajar tersebut. (Fase 6 MPK)









C.    Penutup (± 10 Menit)
Kegitatan
Penilaian Oleh Pengamat
1
2
3
4
1.      Mengacu pada indicator menutup pelajaran dengan melibatkan siswa menyimpulkan hasil belajar.
2.      Menugasi siswa mengerjakan LKS 1 dengan menggunakan program phET.





VIII.       Penilaian Hasil Belajar
1.      LP 1    : Produk
2.      LP 2    : Proses
3.      LP 3    : Psikomotor
4.      LP 4    : Format pengamatan keterampilan karakter
5.      LP 5    : format pengamatan keterampilan social
6.      Table spisifikasi lembar penilaian

IX.             Sumber Belajar
1.      Silabus
2.      LKS SMK TPTL : mengukur hambatan kawat menggunakan software phET
3.      Kunci SMK TPTL : mengukur hambatan kawwat menggunakan software phET.
4.      Alat dan bahan :
a.       Kawat penghanata dengan nilai hambatan jenis berturut-turut 0,15 ohm.m , 0,25 ohm.m , 0.5 ohm.m
b.      AVOmeter
c.       Software phET : free download phET Software Interactive Simulations dar University of Colorado at Boulder , alamat situs http://phet.colorado.edu.Simulations.


LKS SMK TPTL :  Nilai Hambatan pada Kawat Penghantar Eksperimen tidak dibimbing-inkuiri penemuan
1.      Ringkasan Materi

Hambatan Kawat Penghantar

            Suatu kawat penghantar mempunyai nilai resistansi (hambatan) . resistansi pada kawat sebanding dengan panjang kawat (l), sebanding dengan hambatan jenis kawat (ρ) , dan berbanding terbalik dengan luas penampang (A).
Sesuai dengan persamaan dapat dituliskan sebagai berikut :

ü  R =

Keterangan :
R         : hambatan jenis  (Ω)
Ρ          : hambatan jenis kawat (ohm m)
l           : panjang kawat penghantar (m)
A         : luas penampang kaswat penghantar ( )
            Selanjutnya , hambatan jenis merupakan ciri khas dari bahan penghantar kawat. Penghantar kawat yang terbuat dari bahan-bahan  sejenis, mempunyai hambatan jenis yang sama , begitu pula sebaliknya.

2.      Tujuan
Menyelidiki hubungan antara  hambatan jenis yang digunakan dengan besar nilai hambatan kawat.

3.      Bahan
Hambatan jenis kawat dengan nilai 0.15 ohm.m, 0,25 ohm.m, 0,5 ohm.m

4.      Alat
AVOmeter

5.      Berbasis ICT/Internet
PhET software interactive simulations dari university of Colorado at Boulder Simulations : Circuit Constructions Kit (DC Only) . http://wwww.phet/sims/resistance-in-a-wire/resistance-in-a-wire_en.html.

6.      Rumusan Masalah (KPS 2)
Apakah pengaruh hambatan jenis kawat yang digunakan terhadap besar nilai hambatan kawat?

7.      Hipotesis (KPS 19)
 




8.      Variabel (KPS 18)
a.       Variable control                :


b.      Variabel Manipulai            :
                       
c.       Variable Respon                :




9.      Defenisi operasional variable (KPS 17)







10.  Prosedur
a.       Siapkan seluruh alat dan bahan sesuai dengan yang dibutuhkan.
b.      Rakitlaah semua alat dan bahan sesuai dengan gambar.
c.       Konsultasikan kepaa gurumu untuk memastikan rakitanmu benar.
d.      Ukurlah tahan kawat penghantar dengan hambatan jenis kawat sebesar 0,15 ojm.m , amati dan catat penunjukkan dengan AVOmeter di sisi ohm meter pada table 1.
e.       Ulangi langkah 4 dengan mengukur tahanan kawat penghantar dengan nilai 0,25 ohm.m , 0,5 ohm.m

11.  Pengamatan
Table 1 . Hubungan anata hambatan jenis kawat penghantar dengan nilai hambatan pada kawat.
Nilai Hambatan Jenis Kawat (ohm.m)
Penunjukkan AVOmeter pada bagian Ohmmeter (ohm)
0,15

0,25

0,5


12.  Analisis
a.       Apakah hubungan antara hambatan jenis kawat penghantar yang digunakan dengan besarnya hambaatn kawat yang dihasilkan?
Semakin………………………………….hambatan jenis kawat penghantar yang di pasang, semakin………………………………hambatan yang dihasilkan.

b.      Dari data penunjukkan OHMmeter dapat disimpulkan bahwa semakin…………………hambatan jenis kawat penghantar yang digunakan , maka semakin…………………………..hambatan pada kawat tersebut.



13.  Kesimpulan
a.       Apakah hipotesismu dapat diterima?
…………………………………………………………………………
                              …………………………………………………………………………                                                                                                 
b.      Kesimpulan apa yang dapat di buat?
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………

 F. SKENARIO LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
  1. Mata Pelajaran : Kimia
  2. Alokasi Waktu : 20 menit
  3. Indikator :
    1. Siswa dapat menjelaskan pengertian ikatan kimia.
    2. Siswa dapat menjelaskan pengertian ikatan ionik dan menyebutkan contoh-contohnya.
    3. Siswa dapat menjelaskan pengertian ikatan kovalen dan menyebutkan contoh-contohnya.
    4. Metode            : Ceramah dan Diskusi
    5. Materi Pokok : Ikatan Kimia
    6. Submateri Pokok :
  • Ikatan Ionik
  • Ikatan Kovalen
SKENARIO LANGKAH-LANGKAH PENBELAJARAN
No.
Tahap
Kegiatan Guru
Kegiatan Siswa
Alokasi Waktu
Keterangan
1.
Pendahuluan
  • Membuka pelajaran
  • Menjelaskan tujuan dan kompetensi pembelajaran hari ini.
  • Memperhatikan sekaligus mencatat kompetensi yang harus dicapai dalam materi ini.
4 menit

2.
Penyajian
  • Guru menerangkan materi secara singkat, tentang Ikatan Kimia, ikatan Ionik, dan ikatan Kovalen
  • Guru membagi kelompok, masing-masing kelompok diberi materi yang berbeda.
  • Guru meminta siswa untuk berdiskusi mengenai materi yang telah diberikan secara singkat.
Guru mendampingi siswa dalam berdiskusi.
  • Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil diskusi dari perwakilan masing-masing kelompok.
  • Guru menyimpulkan hasil diskusi.
    • Siswa memperhatikn penjelasan guru dan bertanya tentang sesuatu yang belum dimengerti.
  • Siswa melakukan diskusi secara berkelompok dan saling bertukar pikiran.
  • Perwakilan dari masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusi dan siswa yang lain menanggapi/dan menanyakan yang belum dimengerti
  • Siswa memperhatikan.
4 menit4 menit5 menit
Alokasi waktu untuk pembukaan, penyajian, dan penutup fleksibel dan menyesuaikan waktui secara keseluruhan, yaitu 20 menit.
3.
Penutup
  • Guru merangkum pelajaran hari ini.
  • Guru memberikan tugas rumah (PR).
  • Guru menutup pelajaran
    • Siswa memperhatikan dan mencatat kesimpulan dari hasil diskusi.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar